• IKOM

    Muda, Lugas, Berkualitas

  • CONTACTS

Time To Guide DAY 3

Bandung – Prosesi kaderisasi tahap pertama atau Time To Guide hari ke-3 dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021. Penggunaan Platform Zoom Meeting masih dilakukan karena prosesi kaderisasi ini diselenggarakan secara online. Seperti hari sebelumnya, kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB. Ditandai dengan kesiapan dari para peserta yang memasuki ‘ruangan’ Zoom. Kang Gesa selaku komandan lapangan (danlap) memulai acara ini dengan menyapa teman – teman peserta TTG dari angkatan 2021. Kemudian tugas pemanduan acara diserahkan kepada moderator hari ketiga ini, yaitu Alivia Nuriati Zahra dan Syamara Naila Fadilah.

Pada kesempatan ini, prosesi Time To Guide diisi dengan pengenalan sejarah HIMIKASI. Kegiatan pengenalan sejarah ini begitu spesial karena disampaikan langsung oleh para founding fathers HIMIKASI itu sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian perkembangan HIMIKASI seiring berjalannya waktu oleh para ketua BEM dan DPM dari masa ke masa.

Organisasi pertama yang memulai penyampaian materi ini adalah organisasi DPM. Ketua DPM yang menjadi pembicara pertama adalah kang Kevin selaku ketua DPM periode 2021 – 2022. Kang Kevin menyampaikan perubahan apa saja yang terjadi di HIMIKASI selama masa jabatannya. Selain itu ia juga membahas tentang ciri khas yang ada pada organisasi DPM di masa kepemimpinannya. Kang Kevin juga menyebutkan bahwa DPM periode ini diberi nama “Parlemen Sandya Anigmaya” yang bermakna persatuan dan kehangatan.

Kemudian dilanjutkan oleh kang Faqih Bayhaq (Ketua DPM periode 2020 – 2021). Beliau menyampaikan hal yang sama dengan kang Kevin, yakni perubahan dan ciri khas mengenai kepemimpinannya selama menjabat sebagai ketua DPM HIMIKASI. Pada periode 2020 – 2021, perubahan terjadi pada “komisi kehumasan” yang berubah menjadi “biro kehumasan”. Hal ini dilakukan bukan tanpa tujuann melainkan karena penggunaan kata “komisi” memiliki makna bahwa cakupannya lebih luas. Sehingga dipilih kata “biro” sebagai penggantinya. Menurut kang Faqih, “periode DPM ter-romantis” merupakan ciri khas masa jabatannya.

Setelah kang Faqih, ada kang Rizqi Chaerul atau yang akrab disapa sebagai kang Ceha (Ketua DPM periode 2019 – 2020). Pada masa jabatannya, beliau menghadapi perubahan yang cukup menantang. Yakni adanya transisi mumas atau musyawarah mahasiswa dari mode offline ke online karena terjadinya pandemi pada saat itu. Kang Ceha juga menyampaikan bahwa pada saat ia menjabat, ia menekankan untuk selalu menjaga hubungan yang professional namun tidak menghilangkan unsur kekeluargaan dengan BEM.

Disambung oleh kang Umar selaku ketua DPM sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa perubahaan yang terjadi pada saat masa jabatannya ialah dibentuknya komisi baru, yaitu komisi kehumasan. Hal ini dilakukan karena pada saat itu diperlukannya pihak yang menjadi perpanjangan tangan dari sekretaris. Selain itu, sosial media HIMIKASI juga mengalami pembaruan peraturan. Sebelumnya, setiap organisasi, yakni BEM dan DPM memiliki sosial media masing – masing. Hingga akhirnya pada masa jabatan kang Umar hal tersebut mengalami perubahan, yakni sosial media HIMIKASI menjadi satu saja hingga saat ini. Dilanjutkan oleh kang Endriski, yang mengeluarkan produk – produk hukum baru pada masa jabatannya. Kemudian kang Arizky yang menceritakan bahwa DPM pada periode kepemimpinannya hanya terdiri dari tiga orang saja.  

Kegiatan pengenalan sejarah HIMIKASI dari sudut pandang para ketua DPM telah disampaikan. Kemudian acara dilanjut dengan pengenalan sejarah HIMIKASI berdasarkan sudut pandang dari BEM. Tahapan acara ini dimulai dengan pematerian oleh kang Okky, selaku ketua BEM periode 2015-2016. Kemudian dilanjutkan oleh kang Haidar sebagai ketua BEM pertama HIMIKASI. Beliau menceritakan tahapan – tahapan pembentukan himpunan. Termasuk proses saat dibentuknya BPHMIK. Divisi yg ada saat HIMIKASI periode pertama terbentuk. Diantaranya adalah divisi AD/ART, divisi GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi, divisi Job Decision, dan divisi tim kreatif. Selanjutnya disambung oleh kang Endriski (Ketua BEM periode 2016-2017). Beliau menyampaikan pengalamannya saat melakukan pengembangan yang pada saat itu dilakukan. Diantaranya ada kabinet kejora. Beliau juga mengatakan bahwa “proker (program kerja) di tahun saya adalah proker yang paling banyak. Ada lebih dari 70 proker yang dilakukan. Dengan banyaknya pengalaman yang dilakukan, harapan untuk kedepannya adalah agar himikasi mudah untuk melakukan berbagai program kerja di kemudian hari”.

Kemudian ada kang Riko Purbowo, yang dalam masa jabatannya melakukan perombakan bidang. Terdapat bidang – bidang yang dilebur, namun ada juga yang hanya mengalami perubahan nama. Ketua BEM terdahulu selanjutnya yaitu kang Rafi. Pada masa jabatannya, periode kang Rafi ini menghadapi peralihan rutinitas. Segala rutinitas yang biasa dilakukan secara luring, terpaksa harus dijalankan secara daring. Mulai dari prosesi pelantikan, rapat – rapat, berbagai program kerja, dan hal lainnya, dilakukan dengan memanfaatkan media online. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang atas suksesnya berbagai program kerja yang dimiliki BEM. Kang Rafi menyampaikan bahwa periodenya berfokus pada citra, dimana banyak aktivitas yang sengaja dipublikasikan. Hal ini bertujuan agar HIMIKASI masih baik eksistensinya meskipun berbasis online. Ditutup oleh kang Helmi sebagai ketua BEM periode saat ini (2021 – 2022) yang mengatakan bahwa berbagai system dan sturktur organisasi yang ada pada kepemimpinannya dirasa tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh kang Rafi.

Setelah tahapan games dan isoma, acara kaderisasi dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai ormawa (organisasi mahasiswa) oleh Kang Azis. Beliau menyampaikan hal – hal yang berkaitan dengan ormawa secara lengkap dan mudah dipahami. Dimulai dari kedudukan dan fungsi ormawa, sejarah ormawa secara keseluruhan, ormawa di UPI, pembahasan mengenai NKKBKK, lebih dalam lagi soal malari dan adanya ikrar mahasiswa, perubahan nama dari NKKBKK menjadi PUOK atau Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan, jenis ormawa yg terdiri dari ormawa intra dan ekstra kampus, dan terakhir bentuk pemerintahan ormawa.

Tahap demi tahap telah dilaksanakan pada TTG hari ketiga. Pematerian ormawa tersebut rupanya menjadi sesi pematerian yang terakhir dari rangkaian acara TTG ini. Kemudian acara berakhir dengan ditandain oleh pamitnya para moderator, yaitu Alivia Nuriati Zahra dan Syamara Naila. Selanjutnya, Gesa sebagai danlap pun menutup acara ini dengan memberikan semangat dan menyampaikan kata – kata pengingat tentang tugas yang harus dikerjakan oleh para peserta TTG Angkatan 2021.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *