• IKOM

    Muda, Lugas, Berkualitas

  • CONTACTS

Time To Guide 1: Awal Perjalanan Kaderisasi

Peserta Time To Guide sedang melaksanakan upacara pembukaan kaderisasi Departmen Ilmu Komunikasi UPI, di depan Gedung. Isola pada sabtu (5/10/2019).

Oleh: Alanis R Rayhana

BANDUNG – Kaderisasi tahap pertama Time To Guide (TTG) 2019 resmi dibuka. Pembukaan TTG dimulai dengan upacara pembukaan di depan Gd. Isola pada pukul 7.30 WIB dengan pemimpin upacara Anggit M Siddiq. Upacara dimulai dengan pemberian sambutan oleh ketua pelaksana Time To Guide Savana Maulahela. Selain itu terdapat sambutan dari ketua Divisi kaderisasi, Raihan Aldykar, serta penyambutan dari ketua bidang PSDO (Pengembangan Sumber Daya Organisasi) yaitu Elsandra Desnira. Sambutan lainnya berasal dari Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi, Dr. Ahmad Fahrul Muchtar Affandi, S.S., M.Si. Beliau mengatakan, “Jalani kaderisasi sampai tahap akhir. Kaderisasi ini diperuntukan untuk pembentukan karakter mahasiswa. Tidak ada bentuk perpeloncoan dalam kader ini”.

Upacara dilanjutkan dengan pengukuhan Komisi Displin/Betmerah dengan diangkatnya Ahmad Fernando sebagai Komandan Komisi Disiplin (Komdis) dan pembacaan Asas Komdis. Setelahnya, pengukuhan Mentor dengan diangkatnya Adhisty Khoerunnisa sebagai koordinator, lalu dilanjutkan dengan pembacaan sumpah mentor. Upacara ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Rezy Yolan.

Setelah upacara, Komisi Disiplin membacakan peraturan selama TTG berlangsung. Dilanjutkan oleh PSDO untuk membagikan kelompok selama TTG. Dalam kelompok yang sudah dibagi, mentor memberikan materi tentang sejarah berdirinya Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pengenalan tentang Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) dan awal berdirinya Departemen Ilmu Komunikasi. Selain itu, mahasiswa diberi materi tentang hakikat manusia dan juga pembuatan yel – yel kelompok.

Acara dilanjutkan di Taman Partere, dimulai dengan ice breaking oleh Andhika Yosua dan Stevanny. Setelahnya, Kholid Abdullah atau akrab disapa Pache memberikan pematerian tentang jurnalistik dan press mahasiswa. Pache menjealaskan keadaan jurnalis di lapangan seperti banyaknya intimidasi, ancaman dan tekanan dari pihak yang dimintai informasi, “Kalau kamu tidak pintar berkomunikasi dan diskusi, urungkan niat menjadi jurnalis. Karena untuk menjadi jurnalis, harus pintar berkomunikasi dan berdiskusi.” Ujar Pache. Maka, untuk menjadi jurnalis perlu banyak berlatih berdiskusi dan berkomunikasi.

Setelah pematerian selesai, kelompok – kelompok TTG memberikan penampilan yel – yel yang sudah dibuat. Kelompok yang pertama yang tampil adalah kelompok 3 dan penampilan terakhir oleh kelompok 1. Dilanjutkan dengan ishoma (istirahat, shalat, dan makan). Acara dilanjutkan dengan pematerian yang diberikan oleh Fikri Arigi. Materi yang diberikan tentang jenis berita dan cara menulisnya. Dia menekankan pada penulisan lead dan macam – macam lead berita. “Untuk membuat tulisan yang baik dan di terima oleh pembaca, penulis harus memilih kata – kata yang universal dan mudah untuk dipahami.” Ujarnya.

Usai pematerian, acara dilanjutkan dengan evaluasi buku TTG oleh Komdis. Acara ditutup dengan pemberian tugas berupa penulisan feature kakak tingkat (mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi).Acara berlangsung lancar meskipun terkendala beberapa hal. “Acaranya asik. Nambah ilmu juga. Pesannya semoga kegiatannya lebih seru lagi” Ujar Ririn, peserta TTG. Hal serupa dikatakan oleh Ahda “Rame, kirain bakal serem tapi ternyata engga. Katingnya baik dan asik. Semoga tugas aku cepet beres”.

Anggit selaku Danlap (komandan lapangan) memberikan pesan “Jaga kesehatan, tugas jangan lupa dikerjakan. Tugas diberikan selalu punya esensi dan manfaat. Jadi ikutin aja sampai akhir”. Seperti apa yang dikatakan, semoga peserta kaderisasi mengikuti kegiatan Time To Guide sampai akhir.

Editor: Ahmad Fernando

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *