• IKOM

    Muda, Lugas, Berkualitas

  • CONTACTS

LOMBA KABARET MEDIACT : BIJAK DALAM MENGGUNAKAN MEDIA INFORMASI

Suasana saat penyerahan penghargaan pada peserta Lomba Kabaret Mediact 2019, pada Kamis (18/03/19).

Oleh: Pangestuti Yolanda Estiningtyas Putri

BANDUNG – Lomba Kabaret Mediact 2019 merupakan lomba kabaret yang tergabung ke dalam acara yang diberi nama Mediact 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (Himikasi UPI) dengan kategori peserta dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Acara ini diselenggarakan pada 23 Maret 2019 yang bertempat di Teater Tertutup Dago Tea House, Jalan Bukit Dago Utara III No. 9, Dago, Bandung.

Lomba Kabaret Mediact 2019 merupakan kegiatan tahunan yang sebelumnya bernama Lokasi (Lomba Kabaret Ilmu Komunikasi). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Lomba Kabaret Mediact 2019 menampilkan image baru yang lebih segar dan kekinian.

Tema yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu keharusan kita untuk memahami tata cara bermedia yang baik dan benar. Lomba kabaret ini sukses menarik penonton dengan 500 orang lebih. Rata-rata penontonnya berasal dari kalangan siswa dan siswi SMP juga SMA yang ada di Kota Bandung selaku pendukung tim-tim kabaret pilihannya.

Mengusung tema “Bijak Dalam Menggunakan Media Informasi”, acara ini bertujuan sebagai wadah masyarakat terutama anak muda untuk membuka mata bahwa mereka sedang berada di era digital. Dalam era ini, media dianggap sebagai alat yang dapat memudahkan kehidupan manusia yang memiliki banyak keuntungan. Tetapi, di balik itu semua, tidak sedikit juga hal-hal negatif yang dibawa bersamanya. Maka, hal-hal tersebutlah yang nantinya direpresentasikan melalui skenario dan akting kabaret yang dibumbui dengan humor jenaka. Tidak terkesan serius, tapi pesan di dalamnya tetap dapat dimengerti oleh penonton.

Tak lupa, pembawaan dari kedua MC terasa luwes dan menarik-turut menghidupkan acara ini. Dua orang MC tersebut berasal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI sendiri, yaitu Den Yovi dari angkatan 2017 dan Ghina Fauziyyah dari angkatan 2016.

“Lomba Kabaret Mediact 2019 ini memberikan kesan yang tidak dapat dilupakan. Terlihat keseriusan dari sepuluh tim kabaret yang tampil dengan dekorasi, kostum, mixing-an dan jalan cerita yang sangat mengagumkan. Terbukti juga dengan perdebatan antara para juri saat memilih pemenang. Tidak hanya itu, pembawaan MC yang berasal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI sendiri semakin membawa hidup acara kabaret ini. Selain itu, seluruh panitia terlihat tetap membuktikan professionalism mereka dan saya bangga saya bangga melihat respon postitif dari para pesertanya.” Ujar Andikha Yosua sebagai Wakil Ketua Mediact 2019.

Acara ini dimulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Dalam kegiatan ini terdapat sepuluh tim kabaret yang menjadi peserta dan diramaikan pula dengan kehadiran bintang tamu. Kabaret 5 tampil sebagai pembuka dan menampilkan kabaret berjudul Dilan 2019. Penampilan Kabaret 5 cukup menghibur pecinta Dilan dengan tambahan lelucon dan akting lucu.

Lalu penampilan kedua adalah Bosmat Kabaret yang memiliki cerita menarik berjudul Jurnal Erik yang mengusung tema seorang jurnalis yang jatuh cinta dengan seorang gadis desa dan ia mendapat pelajaran bahwa kepalsuan tidak akan membawa kebahagiaan, begitu pula dengan jurnalisme. Jika memberikan kepalsuan, bisa saja membawa malapetaka bagi orang lain. Dengan alur cerita yang menarik dan inspiratif, tidak heran jika Bosmat bisa menjadi juara ketiga.

Penampilan ketiga berjudul Masamu Masaku dibawakan oleh Project Smooth. Para aktor dan aktris dalam Project Smooth ini semuanya masih SMP. Namun, mereka mampu berakting dengan profesional dan melakukan beberapa kali pergantian kostum dalam waktu yang singkat.

“Acara ini lancar sesuai dengan sistem kabaret pada umumnya. Peserta dan audience turut antusias dalam acara Lomba Kabaret Mediact 2019. Tujuan kami untuk memperbaiki reputasi pada festival sebelumnya tercapai karena salah satu organisasi resmi FKB (Forum Kabaret Bandung) berbicara bahwa acara ini mendapat respon baik dari seluruh peserta dan tidak terlihat masalah yang begitu signifikan. Walaupun ada beberapa kendala dalam proses acara hingga selesai tapi, acara ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh seluruh pihak penyelenggara.” Ujar Fahmi sebagai Penanggung Jawab Acara.

Selain ketiga penampilan di atas, ada penampilan-penampilan dari tim kabaret lainnya yaitu Hermes dengan cerita yang mengajarkan kita untuk bersyukur dengan media-media yang kita miliki saat ini. Tim lainnya yaitu Terminal menampilkan cerita berjudul The Border Between Us dan berhasil mendapat tiga penghargaan di Lomba Kabaret Mediact ini, yaitu juara kedua, best property, dan best mixing.

Selanjutnya, penampilan dari Desimal yang berjudul Melodi Dalam Berita, Teater Ah yang berjudul After I Met Senja, Keep Ceriaa yang berjudul Siblings Siblings dan terakhir yaitu Antekars yang berjudul Mari Kita Bersatu. Antekars memiliki jalan cerita yang unik. Banyak penonton yang terlihat menitikkan air mata karena menghayati akting dan alur cerita yang mereka bawakan, dan Antekars  berhasil mengungguli peserta-peserta lain dalam semua segi penilaian sehingga mereka berhasil meraih juara pertama.

Tidak hanya kabaret, talent dari Ilmu Komunikasi UPI sendiri membawakan persembahan seperti hadirnya IKOM Dance Crew yang membawakan tarian modern dan enerjik dengan balutan kostum hitam putih yang cantik. Serta Commband yang membawakan lagu-lagu penyemangat serta menyenangkan. Tidak lupa di akhir acara ada bintang tamu Winter Hawker sebagai DJ, membuat semua panitia dan penonton yang hadir menari, menambah keseruan serta kemeriahan di Lomba Kabaret Mediact 2019.

Editor : Ochy Nandia R

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *